Hubungan PSSI dengan kekalahan Timnas Indonesia dan Pengaruhnya Ke Supporter

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Saya lagi-lagi kembali mengudara untuk mengerjakan tugas ISD…
Aduuuh,agak ga rela sih,tapi mau gimana lagi,mari dikerjakan. ^_^

Untuk posting kali ini saya akan membahas hubungan PSSI dengan kekalahan Timnas Indonesia,serta pengaruhnya kepada supporter. 🙂

Tidak usah diceritakan lagi tentunya surfer sudah tau apa yang terjadi dengan dunia sepakbola Indonesia akhir-akhir ini?
Ya….
Indonesia nyaris saja keluar sebagai juara.
Nyaris?Kenapa saya katakan nyaris?
Ya,karena indonesia sudah sempat berada di Final Piala AFF.

Menurut surfer,apa yang mempengaruhi ini?
Apakah kepemimpinan PSSI juga mempengaruhi?
mmm… untuk beberapa persen mungkin iya,namun pernahkah terlintas di benak surfer?
Jika sudah bermain sepak bola apa mungkin para pemain memikirkan kondisi kepemimpinan PSSI?
Mustahil.

Kita sebenarnya tidak perlu menyalahkan kepemimpinan PSSI begitu saja,karena kalaupun pemimpin PSSI diganti,kalau pemainnya tidak berlatih,apa bisa menghasilkan gol-gol fantastik?
Tentu tidak…

Sebenarnya faktor yang mempengaruhi paling besar adalah hal-hal teknis maupun non teknis di lapangan,seperti “LASER”,betul?
Jadi,kalaupun kepemimpinan PSSI yang diganti,bukan permainannya yang akan terpengaruh,tetapi mungkin fasilitas,atau pelatih,atau yang lainnya.

Hubungannya ke Supporter?

Seperti yang kita tau,Timnas “SEMPAT MENEMUKAN” jiwa mereka yang sebenarnya setelah menggunduli Malaysia 5-1. Tentu saja banyak warga Indonesia yang tadinya berpikir “Ah Indonesia bisa apa sih?” menjadi berubah 180 derajat menyukai Indonesia.
Para pedagang pun ikut menikmati jerih payah timnas, misalnya Baju bergambar Timnas yang sebelum pertandingan harganya 25 ribu, setelah menang untung sang pedagang bisa mencapai 200%…wuih….
Timnas yang bersusah payah,para pedagang pun ikut menikmatinya bukan?
Bahkan saya pernah mendengar pedagang yang berkata kepada ibu saya,kira2 dialognya seperti ini:

Ibu saya : Bang,baju bolanya berapaan?
Abang : 35ribu bu
Ibu saya : Ga 25 aja bang?
Abang : Nanti kalo udah kalah saya kasih 25 deh bu *eswete

dan setelah tawar menawar pun akhirnya deal di angka 27 ribu.

Lihat,betapa terlihat si abang memanfaatkan momen ini,sungguh….Terlalu !
Dan sekarang setelah Indonesia gagal menjadi juara, baju itu pun di obral habis-habisan. *eswete tuh si abang.

Kira-kira cukup sekian pendapat dari saya. Saya bukanlah pengamat sepakbola atau penggila bola,jadi harap maklum 🙂

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: