Fenomena Budaya Gengsi

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Kali ini saya akan membahas tentang fenomena budaya “GENGSI” di masyarakat. Kata Gengsi sendiri sebenaranya bukan bahasa resmi Indonesia. Menurut Yahoo dalam beritanya ditulis:

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
INILAH.COM, Jakarta – Almarhum Rosihan Anwar selain dikenal sebagai penulis juga penemu dan pengusung kosa kata baru. Kata “gengsi” adalah salah satu kata yang ditemukannya.

Rosihan menerapkan kata “gengsi” untuk menggantikan kata prestige dalam bahasa Inggris. Ia menggunakan kata itu pada 1949 ketika terjadi Agresi Militer Belanda I. Ia menulis di majalah Siasat mengenai keengganan Belanda melakukan perundingan dengan Indonesia cenderung lebih disebabkan prestige.

Ia menggantikan kata “prestige” itu dengan “gengsi”. Kata Gengsi itu sendiri ia adopsi dari perbendaharaan bahasa remaja di Minangkabau. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Sumber: http://id.berita.yahoo.com/rosihan-anwar-penemu-kata-gengsi-20110414-053200-921.html

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Demikianlah seperti yang saya kutip dari Yahoo News.

Alasan mengapa saya membahas masalah Gengsi adalah karena saya melihat anak muda pada masa saya (jaman sekarang) bertindak dengan mendahulukan kata gengsi. Mungkin mereka (anak muda jaman sekarang) menyamarkan kata gengsi dengan kata malu. Sering saya mendengar ucapan teman saya “mau minta maaf tapi malu” nah disitulah terjadi salah persepsi. Kata Gengsilah yang sebenarnya lebih tepat di masukan dalam kalimat tersebut. Coba kita ganti ya? “Mau minta maaf tapi gengsi” nah,lebih pas bukan? Bahkan mereka Gengsi untuk dikatakan kalau mereka Gengsi. Memang sih kata Gengsi dan kata Malu bedanya setipis jaring laba-laba, namun jika di masukan ke dalam kalimat, maka bedanya akan sangat terasa.

Oke cukup membahas tentang asal muasal kata gengsi,sekarang kita bahas kebiasaan gengsi yang sepertinya sudah sangat melekat di hati masyarakat Indonesia,bahkan mungkin di bagian negara lain juga ya. Sekarang saya akan membahas masalah yang ditimbulkan akibat sifat gengsi tersebut.

Dalam suatu contoh kasus, seandainya si A mempunyai masalah terhadap si B, namun baik si A dan si B tidak mengaku bersalah, sama – sama merasa benar, tidak ada yang mau mengalah. Disini terjadi 2 sifat gengsi, yang pertama gengsi untuk mengaku salah,dan yang kedua gengsi untuk meminta maaf. Bahkan sekalipun mereka tau bahwa mereka lah yang salah. Kemudian si A menceritakan permasalahannya kepada warga kampung si A dengan cara singkat yang otomatis warga kampung tempat si A tinggal tidak terlalu paham dengan masalah yang terjadi antara si A dan si B. Yang warga kampung tau, si A benar menurut cerita versi dari si A . Begitu pula dengan si B yang langsung menceritakan permasalahannya kepada teman2 se kompleknya. Teman se komplek si B hanya tau si B yang benar berdasarkan cerita yang di dengar dari si B. Warga kampung dan komplek yang sudah terlanjur emosi tanpa mendengar cerita yang sebenarnya dari sisi lain langsung menyerbu lawan nya masing – masing. Terjadilah sebuah keributan antar kampung dan komplek. Kemudian salah satu warga kampung tersebut merupakan anggota kepolisian, dan kebetulan pula salah satu warga komplek merupakan anggota TNI. Masing – masing anggota kepolisian dan TNI tersebut menceritakan permasalahannya kepada teman – teman mereka. Dan teman mereka pun menjadi emosi. Akhirnya timbul lah perseteruan yang lebih luas antara warga komplek,warga kampung, kepolisian dan TNI. Nah lho… Jadi tambah luas kan? Sekarang ditambah pengandaian lagi. Seandainya salah satu warga komplek merupakan warga negara asing dari negara Malaysia misalnya. Anda tau sendiri kan betapa sensitifnya hubungan negara kita dengan negara Continue reading “Fenomena Budaya Gengsi”

Wall-E

Film WALL-E sangat menginspirasikan banyak orang,termasuk saya. Dari film ini saya bisa mengambil kesimpulan untuk selalu menghijaukan bumi ini. Ya dengan hal yang paling kecil saja, seperti tidak membuang sampah di sembarang tempat misalnya. Namun ada hal yang sebaiknya kita jadikan pelajaran, yaitu semakin malas manusia maka akan semakin kreatif manusia tersebut. Terlihat di film WALL-E pada zaman yang sudah cukup maju, manusia sudah malas bahkan untuk berdiri sekalipun,oleh karena itu manusia menciptakan robot.
Agar lebih jelas,mari kita saksikan cerita singkatnya terlebih dahulu.

Cerita Singkat Film Wall-E
Pada awal abad ke-22, sebuah perusahaan “raksasa” Buy N Large (BnL) menguasai perekonomian di Bumi, termasuk pemerintahan. Akibat dipenuhi sampah yang tidak didaur-ulang, maka Bumi menjadi sangat tercemar oleh sampah-sampah elektronik, sehingga kelangsungan hidup manusia menjadi terancam. Untuk mencegah kepunahan manusia, Shelby Forthright (Fred Willard) selaku CEO Buy N Large, melakukan pengungsian massal dari Bumi selama lima tahun di atas armada kapal luar angkasa eksekutif bernama axiom yang menyediakan setiap keperluan manusia, dan dilengkapi dengan robot-robot yang semuanya berjalan secara otomatis untuk melayani kebutuhan manusia.
Ratusan-ribu unit robot penghancur sampah yang dinamai dengan WALL-E ditinggalkan di Bumi untuk membersihkan Bumi. Robot-robot tersebut diprogram untuk memadatkan dan menumpuk sampah-sampah elektronik yang telah memenuhi seluruh daratan di Bumi, agar memudahkan untuk peleburan. Tumpukan sampah-sampah elektronik telah dipadatkan dan dikumpulkan oleh robot-robot WALL-E, tumpukan sampah tersebut telah setinggi gedung pencakar langit. Namun, proyek ini dibatalkan karena Forthright memperkirakan bahwa pada tahun 2110 Bumi sudah terlalu tercemar dan sudah tidak memungkinkan untuk dihuni oleh manusia. Pada tahun 2815, kira-kira 700 tahun kemudian, hanya satu WALL-E yang masih berfungsi.
Berabad-abad kehidupan telah dilalui oleh WALL-E, sehingga ia memiliki kecerdasan yang lebih baik dan rasa keingin-tahuan. Ia gemar mengoleksi barang-barang yang menarik di tumpukan sampah yang memenuhi Bumi, mengambil onderdil untuk suku cadangnya dari WALL-E lain yang sudah tidak aktif. Ia sering menonton film musikal Continue reading “Wall-E”

Mencegah Virus Copy Of New Shortcut

Dahulu saya pernah berkata kepada temen saya “Virus? Masih jaman 2011 komputer kena virus” sampai akhirnya saya melepas keamanan di komputer saya satu-satunya yaitu “Deep Freeze” untuk menginstall program,namun ketika memasukan Flashdisk, alamak saya kena virus ini…
Ya…. Copy of New Shortcut 1-4…
Awalnya saya fikir virus ini hanya bersarang di FD saya, dan saya buktikan Continue reading “Mencegah Virus Copy Of New Shortcut”

Grain In The Stone

Salah satu langkah terbesar manusia adalah munculnya tukang batu. Yang semula tinggal di gua-gua atau rumah-rumah yang terbuat dari bumi, sekarang manusia sudah membangun rumahnya dari kayu dan batu dan batu bata. Mungkin tampak seperti sebuah perubahan kecil tetapi sebenarnya itu besar. Dan semakin lama kelamaan terbentuknya juga gedung, kota, dan bangunan2 lainnya. Ini merupakan suatu pemahaman baru tentang alam yang menjelaskan bahwa sesuatu yang Anda dapat diambil terpisah, memahaminya lalu kemudian dimasukkan kembali dengan cara baru. Ada lagi pemahaman lainnya yaitu pemahaman munculnya kota-kota. Bahwa tidak hanya secara fisik dengan memberikan bangunan yang diperlukan, tetapi juga dengan memberikan pemahaman baru tentang masyarakat manusia sebagai sesuatu yang terbuat dari bagian-bagian yang bekerja bersama-sama.

Sebuah kota terdiri dari orang-orang yang bekerja sama dengan cara tertentu. Caranya adalah pembagian kerja, antai komando. Cara pembagian kerja contohnya adalah seorang pria melakukan satu jenis pekerjaan dalam hidupnya dan menjadi sangat bagus dengan penemuan-penemuan baru. Tidak hanya para tukang batu, tetapi juga pengrajin lain. Sedangkan antai komando adalah sebuah kota atau orang-orang yang bertindak untuk mencapai hal-hal untuk kebaikan yang lebih besar, seperti pengendalian air irigasi. Informasi datang ke sebuah komandan atau penguasa di pusat.

Manusia mulai mengenal arsitektur bangunan dan patung, hal tersebut membuat manusia mulai berbudaya dan mengenalkan kita kepada hal tersebut. Budaya yang mendorong manusia ingin terus berimajinasi dan mengembangkan struktur-struktur baru. Sejak dari zaman-zaman sebelumnya, mereka sudah mengenal arsitektur-arstektur bangunan. Namun budaya mendorong mereka untuk dapat berimajinasi lebih untuk memciptakan hal-hal baru dalam kehidupan mereka.

Manusia membangun katedral Gothic bukan karena ia tiba-tiba dibutuhkan, tetapi karena ia bisa. Manusia senang sekali membuat hal-hal yang begitu banyak sehingga ia sering membuat sesuatu yang berguna dan lebih baik daripada dia harus merusak dunia. Yang pada gilirannya memungkinkan hal-hal yang akan digunakan di luar tujuan yang telah ditetapkan, mengarah pada cara-cara baru dalam melakukan perubahan sesuatu. Perkembangan ini terlihat lebih dominan pada bangsa romawi yang menciptakan patung serta bangunan-bangunan megah dengan arsitektur yang sangat hebat dan dipadukan dengan imajnasi para penduduk serta perkembangan budaya yang mendukungnya. Pada dasarnya evolusi budaya-lah yang membuat manusia menjadi yang sekarang ini dengan proses yang panjang dan perkembangan pemikiran manusia yang ingin berubah lebih baik dari sebelumnya. Dengan memanfaatkan imajinasi mereka yang menyebabkan perkembangan ilmu dan teknologi dalam era sekarang ini.

Hubungannya cerita ini yaitu, semakin tua bumi ini, semakin banyak perubahan yang ada. Kita tinggal di bumi ini memiliki sejarah. Contohnya sejarah Terbentuknya bumi ini kita dapat mengetahuinya karena adanya sejarah yang menceritakannya. Adanya bumi ini, karena adanya pula kehidupan, perkembangan, dan kemajuan dari jaman ke jaman. Dari jaman ke jaman itulah, bumi semakin berkembang. Hal ini didukung oleh, manusia yang sudah memiliki daya pikir yang cukup tinggi untuk memajukan dirinya, dan lingkungan yang ditempatinya. Kita sebagai manusia yang menempati lingkungan bumi, kita harus menjaganya dan merawatnya bukan merusaknya. Kita lakukan ini untuk kebaikan bersama Continue reading “Grain In The Stone”

The Harvest Of The Season

Dalam kisah di bawah ini terdapat perubahan yang sangat signifikan tentang cara
kita tumbuh berkembang melakukan pemburuan yang terjadi dan terus berevolusi selama
betahun – tahun. Kita berusaha mengembangkan diri melawan kerasnya bumi, dan cara
menakhlukan bumi. Bagaimana cara mengumpulkan makannan, meracik makanan,
membuat makannan, hingga sekarang hal itu terus dilakukan. Setelah bersusah paya nenek
moyang kita melakukan hal itu, hingga butuh waktu berabad abad hingga ditemukan
teknologi seperti sekarang ini, sekaranglah waktunya untuk memetik hasil dari mereka
(orang yang berusaha mengubah dunia). Bersyukurlah atas kerja payah mereka
memajukkan kesejahteraan manusia di bumi.
Riwayat dari orang dibagi sangat dengan bervariasi. Pertama di situ adalah evolusi
biologinya: semua tahapan terpisah itu kita dari nenek moyang siamang kita. Itu terbeset
beberapa jutaan tahun. Kemudian di situ adalah riwayat budayanya: gelombang setelah
badai panjang dari peradaban terpisah itu kita dari minoritas terus hidup suku perburuan
dari Afrika, atau dari makanan gatherers dari Australia. Dan semua detik itu, celah budaya
kenyataannya berkerumun ke dalam beberapa ribu tahun. Ini pulang hanyalah tentang
duabelas ribu tahun – sesuatu berlalu sepuluh ribu tahun, tapi banyak kurang dari duapuluh
ribu. Mulai sekarang aku harus hanya menjadi membicarakan tentang terakhir itu duabelas
ribu tahun yang mengandung hampir keseluruhan pendakian dari orang saat kita berpikir
dari dia sekarang. Namun perbedaan di antara kedua-duanya angka, yang, di antara skala
waktu biologi dan budaya, adalah sangat hebat bahwa aku tidak dapat meninggalkan ini
tanpa satu kerling mundur.
Ini ambil paling sedikit dua juta tahun untuk orang ubah dari gelap kecil ciptaan dengan batu
pada tangannya, Australopithecus di Afrika Pusat, ke bentuk modern, Sapiens homoseksual.
Yang langkah dari evolusi biologi – sungguhpun evolusi biologi dari orang telah lebih cepat
dibandingkan yang lain binatang. Tapi yang ini telah mengambil banyak kurang dari
duapuluh ribu tahun untuk Homoseksual Sapiens untuk menjadi ciptaan yang kamu dan aku
bercita-cita: artis dan ahli sains, ahli bangunan kota dan perencana untuk masa depan,
pembaca dan pelancong, penjelajah ingin dari fakta alami dan emosi manusia, sekali lebih
kaya di pengalaman dan bolder di imajinasi dibandingkan apapun nenek moyang kita. Yang
langkah dengan evolusi budaya; satu kali ini buka, pergi ini sebagai rasio dari itu dua pergi
angka, paling tidak seratus kali evolusi lebih cepat dibandingkan biologi.

Dalam kisah di bawah ini terdapat perubahan yang sangat signifikan tentang cara kita tumbuh berkembang melakukan pemburuan yang terjadi dan terus berevolusi selama betahun – tahun. Kita berusaha mengembangkan diri melawan kerasnya bumi, dan cara menakhlukan bumi. Bagaimana cara mengumpulkan makannan, meracik makanan, membuat makannan, hingga sekarang hal itu terus dilakukan. Setelah bersusah paya nenek moyang kita melakukan hal itu, hingga butuh waktu berabad abad hingga ditemukan teknologi seperti sekarang ini, sekaranglah waktunya untuk memetik hasil dari mereka (orang yang berusaha mengubah dunia). Bersyukurlah atas kerja payah mereka memajukkan kesejahteraan manusia di bumi. Riwayat dari orang dibagi sangat dengan bervariasi. Pertama di situ adalah evolusi biologinya: semua tahapan terpisah itu kita dari nenek moyang siamang kita. Itu terbeset beberapa jutaan tahun. Kemudian di situ adalah riwayat budayanya: gelombang setelah badai panjang dari peradaban terpisah itu kita dari minoritas terus hidup suku perburuan dari Afrika, atau dari makanan gatherers dari Australia. Dan semua detik itu, celah budaya kenyataannya berkerumun ke dalam beberapa ribu tahun. Ini pulang hanyalah tentang duabelas ribu tahun – sesuatu berlalu sepuluh ribu tahun, tapi banyak kurang dari duapuluh ribu. Mulai sekarang aku harus hanya menjadi membicarakan tentang terakhir itu duabelas ribu tahun yang mengandung hampir keseluruhan pendakian dari orang saat kita berpikir dari dia sekarang. Namun perbedaan di antara kedua-duanya angka, yang, di antara skala waktu biologi dan budaya, adalah sangat hebat bahwa aku tidak dapat meninggalkan ini tanpa satu kerling mundur. Ini ambil paling sedikit dua juta tahun untuk orang ubah dari gelap kecil ciptaan dengan batu pada tangannya, Australopithecus di Afrika Pusat, ke bentuk modern, Sapiens homoseksual. Yang langkah dari evolusi biologi – sungguhpun evolusi biologi dari orang telah lebih cepat dibandingkan yang lain binatang. Tapi yang ini telah mengambil banyak kurang dari duapuluh ribu tahun untuk Homoseksual Sapiens untuk menjadi ciptaan yang kamu dan aku bercita-cita: artis dan ahli sains, ahli bangunan kota dan perencana untuk masa depan, pembaca dan pelancong, penjelajah ingin dari fakta alami dan emosi manusia, sekali lebih kaya di pengalaman dan bolder di imajinasi dibandingkan apapun nenek moyang kita. Yang langkah dengan evolusi budaya; satu kali ini buka, pergi ini sebagai rasio dari itu dua pergi angka, paling tidak seratus kali evolusi lebih cepat dibandingkan biologi.

Satu kali ini buka: yang frasa rumit. Kenapa perubahan budaya yang mempunyai membuat

orang sarjana dalam ilmu bumi memulai sangat baru-baru ini? Duapuluh ribu tahun

berselang anak-buahi di semua bagian dari dunia yang dia telah menjangkau adalah satu

forager dan satu pemburu, siapa paling ilmu pengetahuan tentang teknik lanjutan adalah

untuk menyertakan sendiri ke satu gembala berpindah sebagai Lapps masih lakukan. Oleh tahun ribu sepuluh berselang yang mempunyai berubah, dan yang dia telah mulai di

beberapa tempat untuk membiasakan beberapa binatang dan untuk menanami beberapa

pabrik; dan yang adalah perubahan dari peradaban yang mana buka. Ini luar biasa untuk

memikirkan bahwa hanya pada terakhir duabelas ribu tahun yang punya peradaban, saat

kita memahami ini, dibuka. Di sana harus adalah satu eksplosi luar-biasa. Ini adalah akhir

dari Zaman Es terakhir.

Kita dapat menangkap tampilan dan, sebagaimana, smel dari perubahan pada beberapa

pemandangan hal sungai es. Bersemi di permainan ulang Islandia sendiri setiap tahun, tapi

ini satu kali dimainkan sendiri berlalu Eropa dan Asia ketika es yang mundur. Dan anak-

buahi, siapa mempunyai datang lewat kapal keras yang tidak masuk akal, telah kembara

atas dari Afrika berlalu juta tahun terakhir, telah perangi melalui Zaman Es, tiba-tiba

mendirikan berbunga halus dan sekitar yang hewan dia, dan menggerakkan ke dalam satu

berbeda semacam hidup.

Ini biasanya dipanggil ’ revolusi pertanian ’. Tapi aku berpikir dari ini seperti sesuatu banyak

lebih luas, revolusi biologi. Di sana dijalin di dalamnya cocok tanam dari pabrik dan

penjinakan dari binatang pada satu semacam lompatan katak. Dan di bawah sini operasikan

perbuatan nyata rumit orang itu mendominasi lingkungannya di dalamnya paling penting

aspek, tidak secara fisik kecuali pada taraf dari makhluk hidup palnts dan binatang. Dengan

yang di situ datangi satu dengan sama revolusi sosial powerfull. Karena sekarang ini menjadi

mungkin lebih dari tersebut, ini jadi diperlukan – untuk menganak-buahi atasi. Dan

ciptaannya yang telah menjelajahi dan berbaris untuk satu juta tahun yang harus membuat

keputusan rumit: apakah akan dia gencat satu nomad dan menjadi satu orang desa. Kita

punya satu rekaman anthoropological dari berjuang dari hati nurani dari seseorang yang

membuat keputusan ini: rekaman adalah Kitab Injil, Buku Perjanjian Lama. Aku meyakini

peradaban itu bersandarkan keputusan itu. Seperti untuk orang-orang siapa jangan

terbuatnya, ada sedikit orang yang selamat. Terdapat beberapa nomad suku yang masih

membicarakan secara tuntas ini luas transhumance bepergian dari sesuatu menyerempet

asas ke lain: Bakhtiari di Ajam, antara lain. Dan kamu yang punya sebenarnya untuk

dilaksanakan perjalanan dengan mereka dan kehidupan dengan mereka untuk memahami

peradaban itu tidak pernah dapat tumbuh senantiasa bergerak.

Segalanya di Continue reading “The Harvest Of The Season”

Lower Than The Angels

LOWER THAN THE ANGELS

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Pada dasarnya manusia itu derajatnya lebih tinggi dari malaikat dan setan . Namun menurut penulis buku “ascent of man” di salah satu bab,dinyatakan “lower than the angel” yang artinya lebih rendah dari malaikat. Agar tidak terjadi kesalahpahaman, saya akan membahasnya disini.

Manusia adalah makhluk tunggal. Ia telah menetapkan hadiah yang membuat dia unik di antara hewan-hewan, sehingga, tidak seperti mereka, ia bukan tokoh dalam lanskap-ia Continue reading “Lower Than The Angels”

FENOMENA BUDAYA COPAS

Copas (Baca:Kopas), yak apa itu Copas? Mungkin bagi orang – orang awam agak
asing mendengar kata ini, Oke saya akan jelas kan dari awal. Copas itu merupakan
kependekan dari Copy & Paste yakni Salin & Tempel, nah sekarang udah lumayan
terang dan kebayang kan maksudnya? Copas itu adalah budaya menyalin artikel dan
menempel atau menuliskan kembali di blog mereka sendiri. Ya itu lah budaya yang
saat ini terjadi di sebagian besar kalangan remaja pengguna saat ini. Saya pun tidak
memungkiri melakukan itu ketika menulis paper ini. Disini yang hendak saya bahas
bukan Copas nya, namun etika dalam meng – copas itu sendiri. Oke,let’s begin ! Yeah
!
Banyak pengguna internet yang melakukan Copas ( termasuk saya ) , Continue reading “FENOMENA BUDAYA COPAS”

Sistem Komputer & Ilmu Budaya Dasar

SISTEM KOMPUTER

Kami anak 1KB04 adalah mahasiswa Gunadarma yang kuliah di jurusan Sistem Komputer. Namun anehnya tidak semua diantara kami yang mengetahui arti dari Sistem Komputer Tersebut. Untuk itulah saya disini ingin membahas arti dari Sistem Komputer.

Sistem komputer adalah suatu jaringan elektronik yang terdiri dari perangkat lunak dan perangkat keras yang melakukan tugas tertentu (menerima input, memproses input, menyimpan perintah-perintah, dan menyediakan output dalam bentuk informasi). Selain itu dapat pula diartikan sebagai elemen-elemen yang terkait untuk menjalankan suatu aktivitas dengan menggunakan komputer.

Komputer dapat membantu manusia dalam pekerjaan sehari-harinya, pekerjaan itu seperti: pengolahan kata, pengolahan angka, dan pengolahan gambar.

Elemen dari sistem komputer terdiri dari manusianya (brainware), perangkat lunak (software), Continue reading “Sistem Komputer & Ilmu Budaya Dasar”

Pengertian Ilmu, Budaya, dan Ilmu Budaya

ILMU

Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.

Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.

Contoh: Ilmu Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya Continue reading “Pengertian Ilmu, Budaya, dan Ilmu Budaya”

SISTEM

Sistem

Bismillahirrahmanirrahim…
Assalamualaikum Wr. Wb.

Dewasa ini banyak sekali orang mengatakan “SISTEM” tapi tahukah anda? Data yahoo answer menunjukan bahwa hanya 2 dari 10 orang yang mengetahui makna dari kata yang mereka ucapkan tersebut.
“Perlu ada system yang diperbaiki” , “Sistemnya tidak berjalan secara benar” , dan lain – lain. Itu adalah sebagian kata – kata yang mereka ucapkan tentang Sistem. Tapi sebenarnya mereka tidak tau persis apa yang mereka bicarakan, mereka hanya menerka – nerka dan mengira – ngira saja. Sungguh ironis sekali, oleh karena itu saya ingin menjelaskan arti dari kata SISTEM.
Sistem Continue reading “SISTEM”

Create your website at WordPress.com
Get started